Bisul atau bisulan merupakan radang atau infeksi yang disebakan oleh bakteri Staphylococcus aureus.
Penyebab
Secara garis besar, ada tiga penyebab munculnya bisul, yaitu faktor kebersihan, geografis, dan daya tahan tubuh.
- Faktor KebersihanPada dasarnya bisul muncul karena adanya bakteri. Bakteri ini biasa terdapat di tempat-tempat yang tidak terjaga kebersihannya, baik kebersihan tubuh ataupun lingkungannya. Misalnya di daerah pemukiman padat, daerah pengungsian, yang faktor kebersihannya terabaikan akan lebih mudah terkena bisulan. Namun harus diingat, walaupun anak Anda tinggi di tempat yang bersih tetapi bila jarang membersihkan badan, maka kuman pun akan bersarang.
- GeografisSecara geografis Indonesia termasuk daerah tropis, sehingga udaranya panas. Keadaan ini memudahkan orang berkeringat. Keringat pun bisa menjadi salah satu pemicu munculnya bisul. Terutama bisul yang terjadi pada kelenjar keringat.
- Daya Tahan Tubuh Daya tahan tubuh yang menurun bisa disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya kurang gizi, gangguan darah seperti anemia, mengidap penyakit ganas seperti kanker atau diabetes. Misalnya jika anak selalu berkeringat kemudian muncul biang keringat, karena gatal, lalu digaruk? Saat itulah bakteri masuk. Oleh karena daya tahan tubuh lemah maka bakteri bisa menginfeksi bekas garukan tersebut. Setelah itu bekas garukan bisa berubah menjadi bisul.
GejalaGejala awal bisul hanya terlihat semacam bintil merah, kemudian membengkak bahkan bernanah. Proses membesarnya bisul ini merupakan proses meradang, yaitu reaksi tubuh terhadap bakteri tersebut. Gejala ini juga disertai dengan demam. Kondisi ini menunjukkan bahwa tubuh memberikan respon dengan mendatangkan sel-sel radang untuk mematikan dan mengeluarkan bakteri tersebut.
Gejala bisul yang lain ditandai dengan adanya rasa nyeri akibat radang atau infeksi. Rasa nyeri semakin terasa bila bertambah besar. Apabila pertahanan tubuh lemah, bisul akan menyebar dan bernanah. Penyebaran bisul bisa melalui darah atau kelenjar getah bening. Saat bisul sudah membentuk benjolan, akan timbul gatal-gatal di sekitarnya.
PenangananApabila ada bisul, segera diobati, jangan dibiarkan saja apalagi ditungu sampai bisul matang. Hal ini dapat membuat bisul bernanah dan kulit menjadi berongga. Jika ada bekas gigitan nyamuk atau benjolan kecil, jangan digaruk. Bekas luka garukan dapat memudahkan bakteri masuk, sehingga memicu munculnya bisul. Selain itu, orang tua harus senantiasa menjaga kebersihan kulit anak, karena jika kebersihannya terjaga maka bisul akan sembuh dengan sendirinya.
Jika sudah terlanjur bisulan, sebaiknya jangan digaruk, agar bisul tidak semakin meradang. Bisul dapat disembuhkan dengan salep antibiotik. Penggunaan salep ini cukup dioleskan di kulit yang terkena bisul. Tetapi apabila bisul sudah membesar dan jumlahnya banyak, anak perlu diberi obat antibiotik yang diminumkan. Antibiotik ini mengendalikan dan mematikan bakteri agar bisulnya kempes dan kering.
Apabila bisul sudah menjadi abses, maka nanahnya perlu dikeluarkan. Biasanya dokter akan menginsesi (mengiris) bisul dengan pisau tajam sehingga penyembuhannya lebih sempurna.
Apabila bisul sudah menjadi abses, maka nanahnya perlu dikeluarkan. Biasanya dokter akan menginsesi (mengiris) bisul dengan pisau tajam sehingga penyembuhannya lebih sempurna.
|
Ingat!!! Bisul jangan dipencet, karena akan
menimbulkan bekas.
|
Pencegahan
- Orang tua harus memperhatikan kebersihan anaknya, baik kebersihan badan maupun lingkungan bermainnya.
- Apabila muncul keluhan seperti gatal-gatal, jangan menganggap remeh, karena gatal-gatal tersebut merupakan gejala awal timbulnya bisul.
- Misalnya ada benjolan, jangan dipencet-pencet. Aktivitas ini bisa membuat benjolan semakin meradang.
- Hati-hati saat menggunakan antibiotik untuk mengobati bisul, karena antibiotik bisa menimbulkan kekebalan/resistensi.
- Senantiasa memperhatikan gizi anak. Asupan gizi yang baik akan mempengaruhi daya tahan tubuh terhadap penyakit.
- Menghindari tempat-tempat permainan umum yang bisa menularkan bakteri.