Mimisan

Mimisan sering terjadi pada anak. Sebenarnya mimisan merupakan hal yang wajar, sehingga Anda tidak perlu khawatir. Namun, mimisan juga tidak dapat diabaikan karena bisa sebagai pertanda suatu penyakit pada anak.

PenyebabPada anak-anak, mimisan dapat terjadi karena berbagai hal berikut ini:
  1. Anak sering mengorek hidung. Kebiasaan ini karena anak berusaha mengeluarkan kerak hidung yang mengering atau karena gatal. Kebiasaan ini menyebabkan selaput lendir di bagian depan sekat rongga hidung lecet.
  2. Masuknya benda-benda keras ke dalam rongga hidung, seperti batu kecil, kancing baju, kapur barus, dan lain-lain yang dapat menyebabkan kerusakan selaput lendir.
  3. Anak terjatuh atau hidungnya terpukul.
  4. Berjalan di bawah terik matahari yang terlalu terik.
  5. Penyakit-penyakit infeksi, seperti influenza, radang sinus, radang rongga hidung yang kronis, dan demam berdarah.
  6. Penyakit-penyakit darah, seperti hemofilia (darah tidak bisa membeku) dan leukemia.
  7. Mimisan dapat bertambh parah, apabila disertai hidung tersumbat. Gejala ini dapat sebagai pertanda adanya tumor dalam rongga hidung.
  8. Selama musim dingin kelembapan udara rendah, sehingga mimisan sering terjadi karena rongga hidung kering. Keadaan ini tidak hanya terjadi pada anak-anak, tetapi juga bisa menimpa orang dewasa.
Penanganan 
Saat anak mengalami mimisan, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan sebagai berikut.
  1. Membersihkan atau mengeluarkan darah dari lubang hidung. Setelah itu menjepit kedua cuping hidung dan jari tangan lima menit. Mintalah anak untuk bernapas melalui mulut. Anak sebaiknya duduk bersandar dengan kepala sedikit menunduk ke depan agar darah tidak mengalir ke bagian belakang.
  2. kalau masih mengeluarkan darah, hidung dijepit lagi selama 10-15 menit. Apabila pendarahan belum berhenti, hidung disumbat dengan kain kasa, perban, kapas, atau saputangan yang bersih. Pertahanan sumbatan ini sampai anak dibawa ke dokter.
  3. Mengompres batang hidung dengan es untuk membantu menghentikan pendarahan, karena es dapat menciutkan pembuluh darah.
  4. Secara tradisional mimisan dapat dihentikan dengan memasukkan pucuk daun sirih yang sudah dibersihkan ke dalam lubang hidung, karena daun sirih mengandung zat pengerut jaringan.
  5. Mencegah timbulnya pendarahan kembali setelah mimisan berhenti dengan menggunakan salep berminyak. Salep ini untuk melembapkan sekat rongga hidung yang kering dan berkerak. Akan tetapi berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anak. Selain itu diberikan pengertian kepada anak  untuk tidak mengorek-ngorek rongga hidung.
Pencegahan
Apabila tindakan-tindakan seperti di atas sudah dilakukan, tetapi mimisan belum berhenti sebaiknya anak segera dibawa ke dokter. Selama perjalanan menuju ke dokter, anak diusahkan agar selalu dalam posisi menyadar. Biasanya dokter akan menghentikan pendarahan, mendeteksi, dan mengobati faktor pencetusnya. Selain itu, dokter juga akan membersihkan bekuan darah dalam rongga hidung dengan cotton buds atau alat penyedot.

Pada pendarahan ringan, dokter akan memberikan obat-obatan anti pendarahan dan pembekuan darah. Apabila terjadi pendarahan cukup parah, dokter akan melakukan pembakaran selaput lendir pada pembuluh darah yang rusak dengan kimia dan listrik. Apabila dengan tindakan-tindakan tersebut mimisan belum juga teratasi, dokter akan memasang tampon hidung. Tampon hidung yaitu penyumbatan lubang hidung yang terbuat dari kain kasa pembalut yang sudah dibubuhi obat-obatan. Akan tetapi apabila mimisan terjadi di belakang rongga hidung tidak dapat diatasi dengan tampon biasa. Oleh karena itu, dokter akan memasang tampon khusus (belloque tampon) menutupi rongga hidung belakang.
Share this article :

Popular Posts

Powered by Blogger.
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Penyakit Pada Anak dan Balita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger