Penyakit kecacingan atau cacingan identik dengan tubuh kurus,. fisik terhambat perkembangannya, dan perut membuncit. Hal ini terjadi karena cacing di dalam tubuh hidup menumpang di usus halus. Di usus halus inilah cacing mengambil sari-sari makanan.
Cacing masuk ke dalam tubuh melalui dua cara. Pertama lewat mulut, yaitu ketika anak makan makanan yang tidak higienis, seperti makanan yang tidak dicuci bersih atau dimasak dengan matang, dan dihinggapi lalat. Makanan yang tidak higienis dapat mengandung larva cacing. Di saluran pencernaan, larva tersebut pecah dan berkembang biak. Kedua, cacing masuk melalui pori-pori. Hal ini dapat terjadi bila anak tidak memakai alas kaki saat berjalan di tanah dan bersentuhan dengan larva cacing. Larva cacing tersebut masuk ke dalam tubuh dan ke pembuluh darah. Larva berkembang biak di usus, paru-paru, hati, atau bagian tubuh lain.
Penanganan
Kecacingan dapat diobati dengan memberiak obat cacing kepada anak. Sekali minum, cacing biasanya bisa segera dikeluarkan bersama feses. Namun, sebaiknya sebelum memberikan obat apa pun kepada anak, konsultasikan dahulu kepada dokter untuk menentukan jenis obat yang cocok. Tidak semua anak dapat menerima semua merek obat cacing, sehingga jika tidak cocok, biasanya cacing sulit keluar.
Biasanya dokter menganjurkan anak mengonsumsi obat cacing setiap 6 bulan sekali,. untuk menghindari serangan cacing berikutnya. Jangka waktu pemberian ini bertujuan memotong siklus kehidupan cacing tersebut. Namun, idealnya, sebelum dokter memberikan obat cacing kepada anak, periksakan dahulu fesesnya di laboratorium agar diketahui ada tidaknya cacing dalam feses tersebut. Bila ditemukan, segera berikan obatnya. Namun bila tidak ditemukan, obat cacing tidak perlu diberikan kepada anak.
Pencegahan
Tidak sulit mencegah kecacingan pada anak. Langkah-langkah di bawah ini dapat Anda terapkan pada anak-anak.
- Memandikan anak setiap hari. Menggunakan air yang bersih dan bebas dari larva cacing. Jika perlu, dengan menggunakan sabun yang bisa membasmi larva cacing.
- Menggunting kuku anak secara teratur. Kuku bisa menjadi tempat mengendap kotoran yang mengandung telur atau larva cacing.
- Membiasakan anak mencuci tangan dengan sabun, setelah memegang benda-benda kotor atau sebelum makan.
- Membiasakan anak untuk selalu menggunakan sandal atau sepatu bila keluar rumah, terutama bila berjalan di tanah.
- Cuci dengan air bersih yang mengalir bila ingin mengonsumsi sayuran mentah (lalapan) atau buah-buahan. Bila perlu mencuci menggunakan sabun yang bisa digunakan untuk mencuci sayuran dan buah-buahan agar bersih dari hama.
- Memberi pengertian pada anak agar tidak memasukkan jarinya ke dalam mulut.
- Lakukan toilet training pada waktunya dan mengajarkan anak mengenai cara menjaga kebersihan saat BAB dan BAK.
- Memelihara kebersihan lingkungan, baik di dalam maupun halaman rumah.