Anak-anak yang mengalami kesulitan buang air besar kemungkinan mengalami konstipasi atau sembelit. Buang air besar merupakan gerak reflek dari peristaltik usus yang disertai relaksasi otot sfingter anus bagian luar dan dalam. Gerak ini dikendalikan secara sadar oleh otot sfingter anus bagian luar sehingga menimbulkan defekasi atau keinginan untuk buang air besar. Pola defekasi normal berbeda-beda tergantung umur dan diet seseorang. Seperti pada bayi, selama 3-4 hari pertama umumnya mengeluarkan mekonium kental berwarna hitam kehijauan tidak berbau. Setelah itu, perlahan-lahan berubah menjadi cokelat-hijau dan berjumlah sedikit. Bayi yang hanya minum ASI mengeluarkan tinja lembek berwarna kuning muda, sedangkan bayi yang minum susu formula memiliki tinja padat, berwarna kuning.
Sembelit dapat disebabkan karena kurang serat, asupan susu formula berlebihan, kelainan bawaan (pada usus atau persyarafan usus), keracunan obat, kelainan metabolik, atau gangguan pada psikologisnya (kesukaran toilet training). Oleh karena itu, tinja menjadi keras atau frekuensi buang air besarnya menjadi jarang.
Hal-hal yang perlu diperhatikan saat anak mengalami sembelit
- Frekuensi, konsistensi, warna, bau, pola BAB sebelumnya, dan riwayat sembelit dalam keluarga.
- Gangguan yang menyertainya seperti nyeri perut, kram usus, anoreksia.
- Ada tidaknya gangguan emosi, masalah di sekolah atau di rumah, konflik dengan saudara atau orang tua, dan juga hubungan ayah-ibuk anak.
- Mengetahui kebiasan dan pola konsumsi makan pada anak.
- Penggunaan obat-obatan pencehar dan antihistamin dan diuretika yang berlebihan.
- Pengenalan toilet training.
- Pola BAB bayi baru lahir (frekuinsi, warna, dan konsistensi).
Hal-hal yang perlu diwaspai dan segera konsultasikan ke dokter Anda.
- BAB terasa sakit dan berdarah.
- Tidak BAB selama 5 hari.
- Nyeri diperut lebih dari satu jam.
- Terdapat luka atau peradangan di sekitar anus.
Penanganan
- Memperbaiki pola makan dengan memberi sari buah atau sumber serat dari buah-buahan dan sayuran pada anak.
- Mencukupi kebutuhan cairan per hari, menghindari produk susu, pisang, dan apel karena dapat menimbulkan sembelit.
- Merawat anus dengan melunakkan tinja dan menjaga daerah tersebut agar tetap kering.
- Melatih toilet training pada anak secara perlahan-lahan.
- Mengatasi masalah psikologis yang menyebkan sembelit.
- Membiasakan anak agar BAB setiap hari atau secara teratur dua kali sehari.
Perlu Anda Tahu
Posisi yang dapat membantu mempermudah BAB; menekuk paha ke arah perut sehingga menaikkan tekanan dalam rongga perut.