Alergi

Alergi adalah reaksi hipersensivitas tubuh terhadap lingkungan bahan-bahan yang dianggap asing atau berbahaya oleh tubuh. Reaksi alergi biasanya muncul kalau si kecil mempunyai bakat atau kencenderungan bawaan (genetik) untuk menunjukkan reaksi yang berbeda dengan anak normal. Alergi dapat muncul di setiap organ tubuh dengan bentuk reaksi yang berbeda-beda.





Gejala
  1. Muncul bentol-bentol pada kulit atau kulit terasa gatal.
  2. Mata merah dan berair.
  3. Diare.
  4. Anak sering menggaruk, mengusap, atau memegang hidung. Bersin-bersin disetai rasa gatal pada hidung, mata berair, atau berkali-kali mengembuskan udara dari hidung seolah-olah berusaha mengeluarkan sesuatu.
  5. Pilek yang kambuh berulang kali, atau pilek yang kambuh secara teratur, pada bulan-bulan tertentu setiap tahunnya. Seringkali hidung berair dan bersin-bersin.
  6. Tenggorokan dan mulut terasa gatal seperti ada kotoran yang menempel di dalamnya. Gatal ini sering disertai pilek, walaupun si kecil tidak flu.
  7. Mengalami sesak napas. 
Penanganan
  • Alergi Pada saluran Pernapasan. Reaksinya berupa asma dan pilek.
    1. Membersihkan rumah secara teratur agar debu tidak menumpuk serta mengupayakan agar lingkungan bebas dari kutu, debu, tungau, dan bulu binatang.
    2. Menghindarkan anak kontak dengan tanaman berbunga, karena serbuk sari seringkali memicu timbulnya reaksi alergi pada saluran pernapasan.
    3. Tidak memelihara binatang di dalam rumah.
  • Alergi berupa diare. Umumnya dialami oleh anak yang menderita celiac disease, yaitu sistem pencernaannya hipersensitif terhadap gluten (jenis protein yang terkandung dalam biji-bijian).
    1. Anak tidak diberi makan yang mengandung biji-bijian.
    2. Menghindari makanan yang mengandung zat-zat perangsang kerja organ pencernaan. Misalnya cabai, merica, cuka, udang, atau makanan laut lainnya.
  • Alergi berupa mata merah. Reaksi ini timbul akibat adanya benda asing yang masuk ke dalam mata balita.
    1. Membiasakan anak untuk tidak memegang-megang mata dengan tangan.
    2. Apabila mata balita gatal, anak diminta tidak mengucek-menguceknya. Setelah itu mata anak diberi obat tetes dan segera membawa anak ke dokter.
  • Alergi berupa kulit merah. Alergi ini terjadi karena anak alergi terhadap makanan, obat-obatan, atau gigitan serangga.
    1. Periksalah si kecil sebelum memakan sesuatu yang mengandung alergen (pemicu alergi) seperti antibiotik, udang, atau digigit serangga.
    2. Apabila kulitnya yang memerah terasa gatal, segera diberi obat, lotion calamin, bedak, minyak tawon atau minyak kayu putih.
    3. Jika rasa gatal tidak mereda anak bisa segera dibawa ke dokter.
Pencegahan
  1. Mencuci sprei, selimut, dan sarung bantal secara teratur.
  2. Membersihkan lantai dengan kail pel, minimal satu kali sehari agar lingkungan rumah bebas dari debu.
  3. Membersihkan mainan, buku, dan berbagai benda rumah dari debu.
  4. Menghidarkan si kecil dari asap, seperti asap rokok, obat nyamuk, bakaran sampah, dan lain-lain. 
Share this article :

Popular Posts

Powered by Blogger.
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Penyakit Pada Anak dan Balita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger