Gumoh

Muntah yang biasa dialami oleh bayi disebut gumoh. Muntah jenis ini biasanya terjadi karena dipengaruhi oleh gerak peristaltik pada lambung bayi yang belum berfungsi secara sempurna.

Penyebab:
  • Posisi menyusui yang kuran tepat, ibu menyusui sembari tiduran sementara bayi tidur terlentang. Akibatnya cairan tidak masuk ke saluran pencernaan, tetapi kesaluran pernapasan. Dan akhirnya bayi pun muntah.
  • Bayi ditidurkan terlentang setelah diberi makan. Hal ini juga menyebabkan bayi muntah karena cairan yang masuk ke tubh akan mengalir ke posisi paling rendah misalnya esofagus. Secara refleks makanan atau cairan tidak jadi ke lambung dan akhirnya bayi muntah.
  • Pemakaian gurita juga memicu bayi muntah. Gurita dapat menyebabkan lambung bayi tertekan.
  • Kekenyangan juga bisa menyebabkan bayi muntah. Apalagi bila makanan sebelumnya belum masuk usus, tetapi bayi sudah diberi makan lagi sehingga kapasitas lambung bayi tidak mencukupi.
Penanganan
Pada saat bayi menunjukkan tanda-tanda akan muntah, sebaiknya diberdirikan atau ditelungkupkan sembari ditepuk-tepuk punggungnya dengan lembut. Setelah bayi muntah Anda bisa memberi minum. Akan tetapi jangan memberi minum bayi apabila muntahnya belum selesai karena bayi bisa tersedak.

Hal perlu diwaspadai apabila bayi muntah dengan cara memancurkan isi perut melalui mulut. Jelas ini bukan gumoh akan tetapi muntah gejala sakit. Apalagi disertaio dengan BAB yang mengandung darah atau lendir. Jika ini terjadi Anda perlu segera membawa bayi Anda ke dokter.

Pencegahan
Pencegahan agar bayi tidak muntah dapat dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut:
  • Saat menyusui, posisi bayi dimiringkan. Kepala lebih tinggi dari kaki.
  • Tidak memberi minum saat bayi menangis. Sebaiknya ditenangkan dahulu agar tidak tersedak.
  • Setelah selesai menyusu, bayi diberdirikan dalam beberapa waktu sembati ditepuk-tepuk punggungnya dengan halus. Tindakan ini bertujuan agar bayi bisa bersendawa. 
Share this article :

Popular Posts

Powered by Blogger.
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Penyakit Pada Anak dan Balita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger