Kejang dapat terjadi akbiat adanya kontraksi otot yang berlebihan dalam waktu tertentu tanpa bisa dikendalikan. Salah satu penyebab terjadinya kejang demam yaitu tingginya suhu badan anak. Timbulnya kejang yang disertai demam ini dikenal sebagai kejang demam (febris convulsis) atau stuip/step.
Toleransi setiap anak terhadap demam berbeda-beda. Pada anak yang toleransi demamnya rendah, pada suhu tubuh 38oC pun bisa membuatnya kejang. Sementara pada anak yang toleransi demamnya normal, kejang dapat terjaid jika suhu badan sudah mencapai 38oC atau lebih. Mengapa bisa terjadi kejang? Suhu badan yang tinggi menyebabkan gangguan metabolisme basal. Pada kondisi ini jumlah energi yang dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi tubuh sebanyak 10-15%. Oleh karena itu, kebutuhan oksigen di otak meningkat sebesar 20%.
Sehingga kenaikan suhu tubuh dapat menimbulkan gangguan pada metabolisme otak. Keseimbangan sel otak menjadi terganggu. Gangguan tersebut mengakibatkan kekakuan otak sehingga terjadi kejang di sekujur tubuh. Kejang demam banyak dialami anak balita yang mewarisi sifat bawaan dari orang tuanya. Apabila anak mengalami demam tinggi sebaiknya orang tua tetap tenang. Apabila demam tersebut berlangsung lebih dari lima menit, sebaiknya Anda segera meminta pertolongan dokter.
Apabila anak kejang, tindakan awal yang harus dilakukan adalah menempatkan anak pada posisi miring. Tidak perlu memasukkan apapun di antara giginya. Pada saat demam tinggi jangan diselimuti dengan selimut telah karena akan menambah demamnya, akibatnya pembebasan panas dari dalam tubuh terhambat. Pakaian yang perlu ketat juga harus dikendorkan. Sebaiknya Anda tidak mengompres anak menggunakan alkohol kerana akan terkena mata anak. Anda dapat mengompresnya dengan air hangat suam-suam kuku, agar saat air hangat menguap, panas dari tubuh anak ikut terangkat.
Kejang demam dibedakan atas dua macam. Pertama kejang demam sederhan yang berlangsung kurang dari 15 menit dan sama sekali tidak menimbulkan kerusakan otak ataupun membahayakan jiwa anak. Kedua kejang demam kompleks yang berlangsung > 15 menit dan bisa terjadi lebih dari 1x dalam 24 jam. Pada umumnya pada kejang demam kompleks, anak mempunyai kelainan neurologi/riwayat kejang dalam keluarga. Karena serangannya berlangsung lebih lama maka harus segera diatas. Jika tidak, bisa mengakibatkan kerusakan otak.
Pada serangan kompleks, sebaiknya anak diobservasi di ruang gawat darurat selama beberapa jam agar dapa dievaluasi. Kondisi ini akan pulih setelah penyebab demam diketahui dan diobati.
Bagaimana cara mencegah serangan pada anak dengan bawaan kejang demam? Ketika anak mengalami demam, segera turunkan suhu badannya dengan cara memberi obat penurun panas atau kompres. Selain itu perbanyak minum air putih. Pada umumnya dokter akan memberikan resep obat pencegah kejang pada anak. Obat seperti diozepam dan phenobarbitol dapat digunakan untuk mencegah serangan ulang. Suhu badan anak dapat diketahui menggunakan termometer ari raksa. Cara menggunakannya dengan memasukkan sebagian termometer ke mulut, dijepitkan di ketiak atau dimasukkan ke anus selama 5 menit. Sebelum digunakan, air raksa dalam termometer harus dibawa suhu normal.
Apa beda kejang demam dengan kejang epilepsi? Pada epilepsi tidak disertai demam. Epilepsi merupakan faktor bawaan yang disebabkan karena gangguan keseimbangan kimiawi sel-sel otak yang mencetuskan muatan listrik berlebihan dan secara tiba-tiba. Penderita epilepsi biasanya seseorang yang mempunyai bawaan ambang rangsang rendah terhadap cetusan tersebut. Cetusan bisa terjadi di beberapa bagian otak dan gejalanya beraneka ragam. Serangan epilepsi sering terjadi pada saat ia mengalami stres, jiwanya tertekan, sangat capek, kurang tidur yang berkepanjangan, dan adakalanya terkena sinar lampu tajam. Penanganan dilakukan oleh dokter spesialis anak atau spesialis subneurologi anak.
