Poliomyelitis atau yang lebih dikenal dengan polio merupakan penyakit yang sangat menular. Penyakit ini disebabkan oleh virus polio. Virus polio ini menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan. Virus polio secara ilmiah dikenal sebagai virus polio liar atau Wild Polio Virus (WPV). Virus ini memasuki tubuh manusia melalui mulut dengan perantara makanan yang telah terkontaminasi tinja dari orang yang sudah terjangkit polio. Dari sini tampak jelas pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama dalam pengolahan makanan agar tidak terkontaminasi dengan tinja ataupun kotoran lain yang membawa berbagai macam agen penyakit.
Virus yang telah masuk, akan melewati organ pencernaan dan akhirnya sampai di usus. Virus yang telah berada di usus dapat berkembang biak dan akan dikeluarkan kembali oleh penderita melalui tinjanya. Tinja tersebut sangat berpotensi menjadi sumbert penularan virus kepada orang lain.
Gejala
- Demam
- Rasa lelah
- Sakit kepala
- Muntah-muntah
- Rasa kaku pada leher
- Rasa sakit pada kaki atau tangan.
Polio terutama menyerang kelompok umur tertentu, yaitu anak-anak berusia dibawah lima tahun (balita). Satu dari 200 orang yang terjangkit polio akhirnya mengalami kelumpuhan yang tidak dapat disembuhkan (biasanya pada kakinya). Di antara kasus lumpuh tersebut, 5-10% meninggal dunia ketika otot-otot pernapasannya dilumpuhkan oleh virus tersebut. Polio memang tidak dapat disembuhkan, namun dapat dicegah dengan imunisasi. Imunisasi yang tepat untuk polio menggunakan vaksin yang aman dan efektif yaitu Oral Polio Vaksin (OPV). OPV merupakan pelindung yang sangat tepat terhadap polio bagi anak-anak yang diberikan berulang kali sehingga dapat melindungi anak seumur hidupnya.