Infeksi jamur pada kutli bisa dialami oleh siapa saja, tanpa mengenal usia. Walaupun begitu, bayi biasanya relatif lebih mudah terinfeksi jamur daripada orang dewasa. Hal ini karena kulit bayi lebih tipis sehingga kurang kuat melindungi tubuh.
Gejala
Infeksi jamur ditandai dengan gejala yang berbeda-beda, tergantung lokasi terjadinya infeksi dan jamur penyebabnya. Misalnya, gejala infeksi jamur yang menyerang kepala berbeda dengan jamur yang menyerang kaki.
Jenis jamurr yang sering menginfeksi kulit dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu Candida, Dermatofia, dan Pityrosporum orbicularel ovela. Infeksi jamur yang terjadi pad bayi dan anak tiak sama. Jamur yang sering menginfeksi bayi adalah jamur Candida.
Penanganan
Penanganan infeksi jamur kulit memang tergantung pada penyebabnya. Apabila muncul ruam (bintil-bintil merah) pada kulit bayi, sebaiknya bayi segera dibawa ke puskesmas. Apabila si kecil hanya terkena popok, biasanya dokter tidak perlu memberi antijamur. Apabila penyebab gangguannya berupa jamur mak harus segera diketahui jenis jamurnya. Jika sudah diketahui maka dapat ditentukan obatnya. Infeksi jamur yang dibiarkan berlarut-larut tidak akan berakibat fatal pada bayi, tetapi infeksinya bisa meluas. Kalau sudah seperti ini proses penanganannya memerlukan biaya lebih banyak dan yang lebih lama.
Pencegahan
- Menjaga agar kulit bayi selalu bersih dan tidak terlalu lama lembap. Kalau berkeringat, dibasuh dan dikeringkan.
- Menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh. Misalnya, memandikan bayi secara teratut dan segera mengganti popoknya yang basah atau kotor dengan yang baru.
- Tidak mengenakan pakaian yang ketat dan terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat. Pilihlah kaos kaki yang tidak terlalu rapat dan sepatu yang terbuka atau tidak sempit, sehingga tetap ada sirkulasi udara.
- Tubuh bayi diberi bedak, tetapi kulit yang akan ditaburi bedak harus dalam keadaan bersih dan kering sehingga dapat menyerap keringat.