Pengetahuan orang tua sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan balita dan anak. Sebagai contoh pengetahuan para orang tua tempo dulu beranggapan bahwa setiap bayi menangis pertanda lapar. JIka bayi hanya diberi ASI orang tua merasa tidak puas. Oleh karena itu, merka kemudian memberikan makanan pada pada bayinya. Perlakuan ini tentu dapat mempengaruhi kesehata bayi, sehingga bayi bisa mencret-mencret karena lambung belum mampu mencerna makanan padat.
Fenomena seperti ini dapat terjadi karena kurangnya pengetahuan orang tua terhadap asupan gizi balita. Selain itu, pengetahuan juga mempengaruhi kesadaran orang tua untuk menjaga kesehatan si buah hatinya. Sebagai contoh, saat bayi atau balitanya sakit orang tua yang berpengetahuan, akan membawa bayi dan balitanya ke dokter. Akan tetapi bagi orang tua yang kurang paham, justru membawa bayi atau balitanya ke dukun. Contoh lain, orang tua sering mengenakan gurita pada bayinya dengan alasan agar perut bayi tidak buncit. Padahal perlakuan ini akan mempengaruhi kemampuan bayi untuk minum ASI. Kalau perutnya dikenakan gurita, bayi hanya minum ASI sedikit. Padahal masa usia tersebut, bayi seharusnya banyak minum ASI untuk perkembangan otak dan tubuhnya. Oleh karena itu, tingkat pengetahuan orang tua sangat mempengaruhi kesehatan pada bayi dan balitanya.