Kondisi sosial ekonomi suatu keluarga sangat mempengaruhi tingkat kesehatan balita yang dimiliki dalam keluarga tersebut. Apabila tingkat sosial ekonomi tinggi, daya beli keluarga terhadapa makanan bergizi juga tinggi. Kebutuhan asupan gizi pada balita terpenuhi. Akan tetapi apabila tingkat sosial rendah, daya beli keluarga tersebut terhadap makanan bergizi juga rendah. Kurangnya gizi pada balita dan anak dapat menyebabkan menurunnya sistem kekebalan tubuh.
Apabila imunitas tubuh menurun, tubuh rentan terhadap penyakit. Selain itu, apabila tingkat sosial ekonomi suatu keluarga rendah maka kemampuan mendapatkan fasilitas kesehatan juga rendah. Oleh karena itu, saat ini masih sangat diperlukan upaya pemerintah meningkatkan pelayanan kesehatan gratis atau murah. Seperti menghidupkan kembali posyandu di tingkat desa, puskesmas di tingkat kecamatan, atau rawat inap gratis bagi keluarga yang kurang mampu.