Apabila bayi atau anak Anda tiba-tiba mengalami perubahan dalam buang air besar dari biasanya, seperti frekuensi buang airnya menjadi sering dan keluar dalam konsistensi cair, anak Anda terkena diare.
Diare pada bayi dan anak dapat disebabkan oleh hal-hal berikut:
- Virus (umumnya adalah rotavirus), gejalanya: berak-berak air, berbusa, dan berbau asam.
- Bakteri, gejalanya berak darah dan lendir disertai sakit perut.
- Parasit (giardiasis), gejalanya berak disertai darah dan lendir, serta perut terasa mulas.
- Alergi susu, diare ini biasanya timbul beberapa menit atau jam setelah minum susu. Susu yang menyebabkan alergi biasanya susu sapi dan produk-produk yang terbuat dari susu sapi.
- Infeksi dari bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain, misalnya infeksi saluran kencing, infeksi telinga, campak, dan lain-lain.
Gejala diare
Penyebab diare tersering berupa virus. Gejala yang ditimbulkan berak-berak air, berbusa, tidak ada darah atau lendir, dan berbau asam. Penularan penyakit diare disebabkan kontak dengan tinja yang terinfeksi secara langsung, seperti di bawah ini.
- Makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi, baik yang sudah tercemari oleh serangga ata terkontaminasi oleh tangan yang kotor.
- Bermain dengan mainan yagn terkontaminasi, apalagi pada bayi sering memasukkan tangan/mainan/apa pun ke dalam mulut.
- Penggunaan sumber air yang sudah tercemar dan tidak memasak air dengan benar.
- Pencucian dan pemakaian botol susu yang tidak bersih.
- Tidak mencuci tangan dengan bersih setelah selesai buang air besar atau membersihkan tinja anak yang terinfeksi, sehingga mengontaminasi perabotan dan alat-alat yang dipegang.
Pengobatan
Diare yang tidak disertai demam, tidak perlu pengobatan khusu. Cukup menjaga agar si kecil tidak mengalami dehidrasi. Anda cukup mengganti cairan tubuh yang keluar dengan asupan cairan pengganti seperti oralit ataupun makanan cairan misalnya sup, hingga diarenya berhenti.
Cara Membuat Oralit
|
Cairan oralit dapat dibuat sendiri di
rumah. Caranya, masukkan 3 sendok teh peres gula pasir ke dalam segelas air
matang. Tambahkan seujung kecil garam halus. Aduk lalu minumkan setiap kali
anak mengalami diare.
a.
Bayi < 6
bulan dan belum mengenal makanan padat tetap disusui ASI.
b.
Anak < 2
tahun dengan memberikan 50-100 mL cairan oralit maupun cairan gula-garam
setiap kali mencret.
c.
Umur 2-10
tahun dengan memberikan 100-200 mL cairan oralit atau cairan gula-garam
setiap kali mencret.
d.
Umur 10
tahun atau lebih dengan memberikan cairan sebanyak yang diinginkan.
|
Penanganan diare yang terbaik dengan tetap memberikan makanan dan minum (ASI) seperti biasa. Bila diare disertai muntah, anak perlu diberi pedialyte (oralit untuk anak-anak dengan beberapa rasa). Anda perlu mengurangi makanan yang mengandung banyak gula. Anak sebaiknya selalu diberi makanan yang bergizi agar sel-sel usus yang rusak oleh virus pulih kembali. Penelitian menyatakan bahwa pemberian makanan seperti biasanya akan memperpendek gejala diare.
Pencegahan
Pencegahan diare sebernarnya tidak sulit yaitu dengan menjaga kebersihan dan sanitasi lingkungan. Contoh, memasak air dan makanan secara benar, mencuci alat makan dengan air bersih, dan membiasakan diri cuci tangan.
Hubungi Dokter Anda Bila
|
a.
Diare
disertai darah, perlu pengobatan spesifik dengan antibiotik.
b.
Adanya
tanda-tanda dehidrasi (tidak mengeluarkan air mata ketika menangis, air
kencing berkurang, atau tidak kencing sama sekali sselama 6-8 jam, dna mulut
terlihat kering).
c.
Suhu badan
tinggi (38,5oC).
d.
Muntah
terus-menurus.
e.
Perut
kembung. Pada bayi akan menangis kuat dan biasanya menekuk kaki, keringatan,
dan gelisah.
|